Hari ke-sekian: udah lupa tanggalnya, waktu aku kasi sama dosen,
judulnya “Analisis factor-faktor yang mempengaruhi kinerja ekspor hasil
pertanian Indonesia ke China dan Amerika Serikat. Dicoret sana sini yang
rata-rata coretannya berisi kata-kata, “perdalam lagi, garis bawah merah
dimana-mana, daftar pustaka,dll.” Membuat otak dan perutku seperti bekerja
simultan untuk tidak berlama-lama merenunginya dan dibuatlah keputusan bersama
diantara mereka, “pendam di keranjang buku!”
Hari ke-sekian: sebulan lebih (sepertinya) ia mengendap di keranjang
buku. Menyempil diantara yang lain, berdesak-desakan. Tiba-tiba otakku berujar “mau
sampe kapan jeng?”, “ayolah, kemarin itu aku masih puyeng banget banyak
pikiran, sekarang udah agak jernih otakku ini (maklumlah udah libur bekerja,
rindu juga otak ini dipake lagi), haha. “kita mulai lagi pertarungan, oke sayang,,”
huekhek, sejak kapan ia memanggilku dengan sayang, bah tak bisa dibiarkan ini,
pasti si otak ada maunya. Tapi betul juga lah kata-kata si otak, batinku ikut
nimbrung. “kalau gak sekarang kapan lagi, ingat janji-janji khususon sama ortu
n sodara kalau minta didoakan biar bisa wisuda bulan Mei kan?”. Hikshiks..ini
dia yang bikin aku gak tahan, janji yang udah terucap, ……. Blablabla, yang lain
juga memberi komentar, mulai tangan, mata, perut dll yang intinya mereka
berkata “kami akan bekerjasama, kami akan berbuat yang terbaik, kami akan
mendukungmu dengan apapun yang kami bisa, Allahu Akbar berbilang kali.” Wah wah
apa maksud konkawan ni, demo sama siapa kalian? Kemudian ada lagi yang menyahut
“aku akan berusaha stabil, berusaha tidak membuatmu mual,…” lirih suaranya. Oioi
perut kau memang memberi andil besar dalam kejadian ini,syukurlah kau sadar
tidak akan mau menggangguku lagi. “Asal kau juga berjanji tidak akan minum kopi
lagi, setidaknya jangan setiap hari seperti kebiasaanmu belakangan ini. Kau tau,
minuman itu yang menjadi pemicu rasa mual dalam diriku” ah, bersyarat pula!. Demi
rasa aman dari rasa mual baiklah aku setuju InsyaAllah. Ingatkan aku wahai
semuanya!. Baiklah, karena semua udah sepakat, marilah kita mulai dengan lafadz
basmallah dan ummul Qur’an, Alfatihah (semua menunduk tunduk)……… let’s start
again, full spirit!!
Hari ke-1 full spirit: keknya aku gak bisa gerak dengan judul
ini,terlalu umum, thesis yang bagus itu harus spesifik..cari mencari, waktu
lihat siaran Bloomberg Indonesia pas dikampung ada info bahwa komoditas teh
dari Indonesia ternyata banyak diminati di pasar dunia. Ada sebuah wawancara
dengan owner sebuah café yang khusus menyediakan minuman teh, sang owner
berkata kalau teh dari Indonesia ikut meramaikan rasa teh yang ada di café tersebut.
Disamping rasanya yang enak, harga juga tidak trlalu mahal.
Artikel lainnya:
Belum ada tanggapan untuk "lanjutan .."
Posting Komentar