Siapakah yang tidak ingin
membina kehidupan rumah tangga yang bahagia, langgeng sampai syurga? Itu adalah
harapan setiap manusia normal tentunya. Namun keinginan saja cukupkah dengan
sendirinya mewujudkannya. Of course not! Dalam sebuah buku best sellernya
motivator dunia Reza M.Syarief mengungkapkan sebuah rahasia yang hari ini
sangat banyak dilupakan oleh mereka yang akan membina kehidupan baru. Apakah
itu?
Yang pertama adalah visi
yang sama. Diawal membangunnya harus memiliki visi yang sama. Karena ibarat
sebuah kapal yang sedang berlayar maka jika kedua insan sudah memiliki
visi/tujuan yang sama maka dalam menuju perjalanan tidak akan ada keributan
akibat perbedaan tujuan tersebut. Lain halnya ketika tidak ada persamaan visi,
maka satu pihak ingin menuju tempat A namun pihak yang lain ingin menuju tempat
B. Maka yang ada adalah bukan sampainya pada tujuan namun terombang-ambing
dalam ketidakpastian dan tentunya kekacauan.
Bagi yang masih
sendiri/single maka bukan hal yang tepat mempertanyakan siapakah orang yang
pantas menjadi calon istri/suami saya? Namun yang paling utama adalah apa visi
hidup saya dan apa visi hidupnya?
Saat sudah memiliki visi
yang sama maka pertanyaan berikutnya yang harus dijawab keduanya adalah model
dan gaya rumah tangga seperti apa yang akan dibentuk? Masih dalam bukunya Life
Excellence, Reza M. Syarif mengelompokkan model rumah tangga menjadi enam
model. Empat model yang pertama sangat jauh dari tujuan awal yaitu membangun
keluarga bahagia hingga ke syurga. Namun model kelima dan keenam yang akan
menghantarkannya pada tujuan diatas insyaAllah. Yaitu:
Model rumah tangga kelima
adalah model gaya sekolah. Ditandai dengan 3A (Asih, asah, dan asuh). Saling
mengasah, mengasih, dan mengasuh di antara suami istri. Komunikasi dua arah
diantara kedua belah pihak. Saling menjaga komitmen yang dibangun di awal
berumahtangga. Saling menajamkan wawasan dan ada sharing knowledge dan experience. Tidak ada
satu pihak pun yang merasa lebih dari yang lain. Maka yang ada adalah
keharmonian dan peningkatan pencapaian baik pada diri suami maupun istri.
Kemudian model rumah tangga
keenam adalah model gaya masjid. Ditandai dengan ciri sebagai berikut:
1.
Ketulusan,
sincerity. Ketulusan dalam menjalankan peran masing-masing dengan sebaiknya.
2.
Ada imam dan ada
makmum dan semua pada posisi yang semestinya
3.
Loyalitas,
kesetiaan diantara pasangan selama itu dalam kebaikan
4.
Dipenuhi dengan
ketenangan, kedamaian, dan keselamatan.
Karena keduanya menyadari
peran masing-masing serta menjalankannya dengan kualitas terbaiknya. Saling
mengingatkan, mendorong dalam kebaikan dan prestasi.
Semoga cita-cita memberi
kontribusi untuk perbaikan peradaban dengan menikah akan terus terjaga dalam
niat maupun caranya. Amin (290915)
Artikel lainnya:
Belum ada tanggapan untuk "Family excellence"
Posting Komentar