Pernah ngerasa waktu
berjalan dengan sangat cepatnya? Sementara kerjaan satupun belum ada yang
beres? Buat jadwal tugas yang harus diselesaikan hari ini, eh pas dievaluasi
malamnya hanya berhasil 20 persen atau bahkan kurang? Atau, pernah ngerasa
waktu ‘kurang’ untuk tugas yang seabrek tapi malas untuk mengerjakan dan
kelabakan ketika udah mau deadline? Kalau pernah, berarti tips ini bisa jadi
bermanfaat untuk kamu, aku, kita semua semoga.
Yak, ahad siang yang sejuk
menjadi latar indah majelis itu. Sebuah acara yang dikabari teman beberapa hari
yang lalu menjadi pilihan mengisi libur pekan ini. Bedah buku yang sangat
menarik dengan tema “Agar Al Qur’an Sehafal Al Fatihah”. Temanya aja nyenengin
banget. Siapa yang gak mau coba, bisa menghafal Al Qur’an layaknya Al Fatihah.
Kalau waktu tidur trus dibanguni dan disuruh baca Al Fatihah pasti bisa dong.
Artinya udah lengket banget, gak terpisahkan lagi. Begitulah daku menyikapi
tema itu awalnya. Karenanya antusias itu menang atas semua kendala yang ada.
Kembali ke topic awal, waktu
yang kita rasa cepat berlalu namun belum ada karya yang utuh. Hmm, ada apa
gerangan? Disinilah daku kembali di ngeh kan. Lewat penjelasan sang ustad
(lulusan UI Magister TataNegara, hafal Al Qur’an dan sudah dapat sanad dari
Arab Saudi). Bahwa semuanya bisa berkah atau sebaliknya. Ada waktu yang berkah,
ada yang tidak (belum).
Kenapa ada yang bisa
mengerjakan bejibun tanggungjawab dengan baik namun ada pula yang selalu
dikejar-kejar deadline? Sementara semua manusia punya jatah 24 jam setiap hari.
Ya, keberkahan waktu.
Maka, tips dari beliau
adalah berikan waktu khusus untuk Al Qur’an setiap harinya. Prime time,
everyday. Waktu khusus, bukan waktu sisa (waktu kosong). Waktu yang gak akan
kita ganti dengan aktivitas apapun itu.
Dengan membersamai Al Qur’an lewat
tilawah, muroja’ah, menghafal, mentadabburi, dan lainnya. hanya kita dengan Al
Qur’an. insyaAllah, keberkahan waktu dan urusan akan kita rasakan. Bayangkan,
jika saja kita mau meluangkan 1 jam saja bersama Al Qur’an setiap harinya
sebenarnya itu hanya 4 persen dari waktu yang diberikan Allah untuk kita. Masih
ada 96 persen lagi untuk aktivitas lainnya. Karena, Al Qur’an sungguh
pencemburu. Selamat mencobaJ #131015
Artikel lainnya:
Belum ada tanggapan untuk "Prime time"
Posting Komentar